February 24, 2013

Career Ceiling

 
Satu hal yang menarik di acara Mario Teguh hari ini adalah ketika ada yang bertanya mengenai karir dari Pak Mario Teguh sendiri. Tema hari ini adalah SUMO (susah move on).

Pertanyaannya :
Bisikan apa dalam karir bapak untuk menjadi seorang entrepreneur dan move on dari pekerjaan yang sebelumnya?
Jawaban dari bapaknya :

Kita harus mencapai apa yang namanya Career Ceiling (atap karir/puncak karir), kalau bisa secepatnya dan sesegera mungkin. Misalnya dalam suatu jenjang karir seorang pegawai itu ada sebagai Staff, AM, M, AVP, VP, dan selanjutnya. Biasanya seseorang jika sudah berada pada posisi AM, M, AVP, VP akan merasa nyaman dan akan betah dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Namun, apa si sebenarnya tujuan meningkatkan karir? Tujuannya adalah membuat lebih sedikit orang yang mengatur kita (`bebas`). Bagaimana rasanya anda diatur oleh orang-orang yang tidak lebih pandai dari anda secara terus menerus hampir setiap hari. Mungkin bisa sampai membuat anda frustasi.

Salah satu jalan untuk `bebas` itu adalah menjadi seorang entrepreneur, sehingga kita bisa bebas mengatur pekerjaan sesuai dengan passion kita, menentukan jam kerja dan jam libur kita tanpa harus membutuhkan keputusan dari orang lain. 

Namun, menurut saya untuk menjadi seperti ini juga bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan self motivation yang besar dan tekad yang kuat. Selain itu, juga ada faktor sacrifice, luck, partner untuk mewujudkannya. Karena menjadi seorang entrepreneur juga termasuk hal yang bisa disebut gambling dan pilihan hidup yang cukup sulit. 

Duh, kalau ada yang bahas hal seperti ini rasanya jadi cepet pengen resign dari kerjaan sekarang, tapi saya belum cukup punya guts untuk melakukannya.