that has secret destinations.

July 24, 2014

Mangut Lele

7/24/2014 Posted by Arif Setiawan , , 2 comments

Berawal dari Mas Walesa yang mention soal artikel ini, saya jadi pengen share satu kuliner yang merupakan salah satu `harta karun` selain Gudeg (yang sudah biasa) di sekitar Yogyakarta

Setelah sebelumnya saya sudah berbagi tentang Tengkleng Gajah, kali ini saya akan cerita dikit tentang Mangut Lele. Yang mana merupakan salah satu makanan all time favorite saya. Mungkin bagi teman-teman yang tempat kelahirannya daerah Kedu (Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, Wonosobo) juga tidak terlalu asing dengan menu yang belum terlalu terkenal untuk komoditi kuliner ini.

Dulu, selama ibu saya masih ada, rasanya sering banget masak yang namanya Mangut Lele ini. Jadinya ga pernah yang namanya beli di warung, heheu. Namun, setelah beliau tidak ada, 10 tahun terakhir ini mungkin bisa dihitung jari saya merasakan masakan ini. Ketika hidup di Purwokerto dan Bandung pun sepertinya ga ada yang jual juga.

Nah, apa yang membuat Mangut Lele ini begitu berharga? (agak lebay si, hahaha)

Ya karena enak pake banget. 

Jika biasanya kita menikmati lele (di warung-warung pecel lele) dengan digoreng kering saja, maka jika dimangut maka lele disajikan dengan bumbu santan kuning kemerahan. Kalau ga salah bakal menghasilkan rasa gurih, asin dan pedas, wkwk. Dengan sensasi lele yang empuk atau bahkan kadang-kadang hampir hancur. Sensasi bakal sempurna kalau masaknya di tungku (luweng) bukan menggunakan kompor, heheu. Maknyus banget pokoke! :D

Gimana? Penasaran? 

Monggo kalau lagi pas jalan-jalan atau mudik ke daerah Jogja atau Kedu bisa dicari warung yang jual ini mangut, atau kalau ada saudara yang bisa masak tinggal request aja kalau bisa, haha. Recommended banget buat dicoba pokoknya.

Oiya, terakhir kali saya maka mangut itu pas tahun baru kemarin mau ke Gunung Sumbing, tapi mampir dulu di rumah Ratri di Magelang. Itu pun bukan mangut lele (karena mangut sejatinya tidak harus menggunakan lele).

@ariffsetiawan


July 18, 2014

Perubahan Masa Studi Sarjana, Magister dan Doktor

7/18/2014 Posted by Arif Setiawan , , , , , No comments


Beberapa hari yang lalu saya iseng pagi nyebar isu di Path sama Twitter, setelah baca artikel ini, tentang perubahan masa studi dan beban sks beberapa jenjang pendidikan di Indonesia ini. Tapi emang mungkin tipikal media Indonesia sekarang suka banget bikin judul yang agak rancu biar rame yang baca.

July 16, 2014

Sport Science dan Indonesia


Kemarin saya baru baca artikel di Kompas tentang penerapan Sains dibalik kemenangan Tim Nasional Jerman di Piala Dunia 2014.

Ternyata emang mereka sudah benar-benar menerapkan Big Data dan Match Insight sebagai pendukung persiapan dalam menghadapi pertandingan. Mulai dari data pemain dan berbagai strategi permainan hingga kemungkinan perkembangan strateginya. Dengan bekerja sama dengan beberapa mahasiswa Universitas Cologne yang mana merupakan penggemar sepakbola.

Selain pertandingan yang akan datang, dengan menggunakan data, mereka juga bisa melakukan evaluasi pada setiap pertandingan yang telah dilakukan.

Fakta lainnya adalah Tim Jerman merupakan satu-satunya tim yang menggunakan pelacak GPS untuk mendeteksi gerakan dan vitalitas pemain. Dengan itu, mereka meminimalisasi risiko cedera.
Selain perangkat lunak, Jerman juga menggunakan wawasan biologi dan kedokteran untuk meningkatkan performa pemain. Sebelum Piala Dunia, tim Jerman mengadakan latihan selama 10 hari di Alpen, Italia. 
Mengapa Alpen? Wilayah itu berada pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Latihan di tempat itu akan memicu produksi hemoglobin, molekul yang membawa oksigen dalam peredaran darah. Dengan hemoglobin lebih banyak, pemain memiliki ketahanan lebih tinggi. 
Tak hanya itu, setahun sebelum Piala Dunia berlangsung, Jerman sudah mendirikan fasilitas latihan sendiri sebanyak 60 kamar di daerah Porto Seguro demi adaptasi terhadap iklim tropis Brazil. Dan memang terbukti, sementara tim Eropa lain terlihat kelelahan dan belum terbiasa dengan cuaca di Brazil, tim Jerman terlihat lebih bisa beradaptasi. Hasilnya bisa dilihat sendiri.

Mungkin terobosan dari Tim Jerman dan penggunaan berbagai teknologinya ini bisa dikatakan sebagai era baru di dunia olahraga.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? hehe

Jika berbicara olahraga di Indonesia memang selalu bisa memberikan `senyum` tersendiri. Karena memang ada-ada aja masalahnya.

Sementara yang sudah lumayan menerapkan Sport Science ini yang saya tahu dari adalah dari Badminton Tim Thomas dan UberTim Renang SEA Games Myanmar,  dan Timnas Sepakbola U-19.

Saya sendiri sebenarnya sangat antusias dan ingin selalu mengambil bagian dari dunia Sport Science ini, sekitar setahun lalu saya dan teman-teman saya mendirikan Futsalholic yang di dalamnya terhadap aplikasi livescore dan statistik kompetisi futsal, yang berguna untuk melakukan pencatatan data pemain. Sudah diuji di beberapa kompetisi futsal kampus. Namun, hasilnya memang belum terlalu memuaskan, hehe. Semoga tahun ini bisa melakukan penambahan atau perubahan di sana-sini sehingga suatu saat bisa memberikan manfaat buat Indonesia.

Mungkin itu dulu soal bahasan teknologi dan olahraga, ada yang mau menambahkan soal tim Indonesia yang sudah menggunakan? Atau mau kerja sama mengembangkan aplikasi bidang sport science bareng saya juga boleh, heheu.

Semoga dunia olahraga Indonesia semakin baik, aamiin.

Oiya, untuk penjelasan yang lumayan lengkap tentang sport science ada di sini.

Salam Olahraga! :D

@ariffsetiawan

July 13, 2014

Hilangnya Kesantunan?

7/13/2014 Posted by Arif Setiawan , , , No comments




Beberapa hari yang lalu, saya sempat melihat di timeline twitter saya kejadian di atas. 

Seorang anak yang masih seumuran baru lulus SMP ngobrol sama Pak Walikotanya lewat media sosial menggunakan bahasa yang sangat kurang pantas? Ko' bisa ya kayak gitu?

Sudah hilangkah sebuah kesantunan dalam dirinya? Pantes aja ga diterima di sekolah yang didaftarkan.

July 6, 2014

Bu Wardo

7/06/2014 Posted by Arif Setiawan , , , 2 comments

Mungkin dari dulu (banget) sebelum ada fenomena Padang Jawa di sekitar kampus Universitas Telkom, sudah ada satu fenomena sendiri di salah satu tempat makan yang lokasinya di PGA. Mungkin emang kurang populer bagi yang kosannya di daerah Sukabirus atau Sukapura, tapi kalau yang kosannya di PGA trus ga tau warung ini, ya agak kebangetan, hih.

July 1, 2014

June 25, 2014

Informatika Saja, Bukan Teknik Informatika

6/25/2014 Posted by Arif Setiawan , , No comments

Siang ini di jejaring sosial Facebook, Pak Rinaldi Munir mengunggah status tentang Nomenklatur Program Studi bidang Psikologi, Komunikasi Komputer dan Lanskap dari DIKTI. Intinya yaitu tentang perubahan gelar yang didapat pada beberapa jenjang program pendidikan di program studi tertentu.

Dan karena saya merupakan lulusan Informatika yang notabene menjadi salah satu Program Studi yang mendapatkan bagian dari perubahan ini maka menjadikan perhatian tersendiri.

Tahun lalu, Informatika masih menyandang kata Teknik di depannya (Teknik Informatika) sehingga gelar yang didapat ketika lulus jenjang S1 menjadi Sarjana Teknik (ST), sedangkan untuk jenjang S2 menjadi Magister Teknik (MT).

Nah, dengan adanya nomenklatur ini, yang konon katanya mempunyai tujuan untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan otonomi akademik, maka program studi Informatika akan disebut Informatika saja (tanpa Teknik di depannya) dan lulusan Sarjana Informatika akan menyandang gelar S. Inf dan Magister Informatika akan menyandang gelar M. Inf.

Untuk perubahan terhadap program studi lain sebagian ada di gambar di atas, atau jika ingin versi lengkapnya ada di http://www.dikti.go.id/files/atur/SEDirjen1030-D-TNomenklatur.pdf.

Gimana pendapat kalian? Setuju? Lebih kerenan mana? heheu.

@ariffsetiawan

June 23, 2014

Bintang Asik, Lahirkan Bintang dengan Cara Unik

6/23/2014 Posted by Arif Setiawan , , No comments
Ajang pencarian bakat di bidang tarik suara biasanya menggunakan sistem audisi dimana pesertanya diharuskan untuk datang langsung ke lokasi audisi dan dinilai langsung juri.

Namun, berbeda dengan ajang pencarian bakat Bintang Asik yang diadakan oleh TELKOMSEL, yang sudah berlangsung dari Januari hingga Juni 2014.

Tentang Perantauan dan Pemilu

6/23/2014 Posted by Arif Setiawan , , , No comments

Pas Pemilu Legislatif tanggal 9 April lalu, saya dan teman-teman kos saya (yang tentunya berstatus sebagai anak rantau) berniat buat berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Didukung dengan adanya petunjuk seperti ini.


Langsunglah kita ke TPS terdekat, dan apa hasilnya?

Kita tidak diperbolehkan untuk ikut, karena belum mengajukan kepindahan terlebih dahulu. Form A5 kalo ga salah dan itu harus dari tempat tinggal asal. Maksudnya kepindahan TPS, dengan status saya sebagai DPT di kampung halaman sana. Tentunya ini jadi hal yang cukup repot walaupun bisa minta tolong keluarga di rumah.

Pada akhirnya kami mendengar bahwa bisa berpartisipasi pada TPS tertentu yang dikawal oleh organisasi kampus. Mungkin ini hasil dari kurang koordinasi antara KPU pusat dan KPU Daerah dan atau sosialisasinya terlalu mepet, sedangkan petugas di TPS sebagian besar adalah orang-orang yang jarang menggunakan internet.

Nah, apa kabar dengan Pemilu Presiden 9 Juli nanti?

Mungkin karena menyadari ada kejadian seperti di atas, maka tanggal 4 Maret 2014 KPU mengeluarkan SURAT EDARAN yang intinya memudahkan administrasi bagi perantau yang akan mencoblos di TPS pada 9 April 2014 nanti.

Apa isi dari Surat Edaran tersebut?
  1. Sang Perantau mengecek apakah dirinya terdaftar di DPT KPU RI (http://data.kpu.go.id/dpt.php).
  2. Jika belum terdaftar, langsung hubungi RT/RW/Kelurahan tempat asal Sang Perantau untuk meminta nama Sang Perantau dimasukkan ke dalam DPK (Daftar Pemilih Khusus).
  3. Jika sudah terdaftar, Sang Perantau silakan pergi ke KPUD Kota/Kabupaten di tempat rantaunya.
  4. Jangan lupa bawa KTP.
  5. Lapor ke petugas KPUD Kota/Kabupaten di tempat rantaunya dengan menyebutkan keperluan untuk pindah TPS.
  6. Petugas KPUD Kota/Kabupaten akan melakukan verifikasi data Sang Perantau.
  7. Petugas KPUD Kota/Kabupaten akan membuatkan Lembar A5 dan menyerahkannya ke PPS (kelurahan tempat rantau).
  8. Sang Perantau silakan untuk memastikan di TPS mana dia terdaftar (tanyakan ke petugas KPUD Kota/Kabupaten yang membuatkan Lembar A5).
  9. Setelah semua selesai, silakan Sang Perantau mengambil Lembar A5 tersebut di PPS (kelurahan tempat rantau).
  10. Sang Perantau bisa mencoblos pada 9 April 2014.
Gimana? Sudah jelas? Apa masih repot juga? Cuma pengen berbagi informasi ini si, selamat mencoba ya, semoga bisa pindah TPS, heheu.

Untuk penjelasan beserta gambar ada di sini : http://pedulipilpres.blogspot.com/2014/06/bagaimana-mendaftar-a5.html.

Sumber :


 @ariffsetiawan

June 19, 2014

Running Man dan Asian Dream Cup Indonesia

6/19/2014 Posted by Arif Setiawan , , , , , No comments

Minggu ini Running Man spesial episode ke-200 sudah keluar. Apa istimewanya?

Istimewa bangetlah, apalagi kalau bukan karena bikinnya di Indonesia bareng Asian Dream Cup yang diinisiasi oleh Park Ji Sung and Friends dilanjutkan ke Taman Safari Indonesia.

Terus-terus, saya dan temen-temen (@rolianireli, @M_Nashiruddin dan @sigitwarrdoyo) nonton langsung lah di GBK. Beli tiket yang ga terlalu mahal yang akhirnya jauh dari kursi pemain. Jadinya kelihatan kecil member Running Mannya T.T.

Dan emang ga kesyut sama sekali, huahaha (pas nonton RMnya, tiap ada kamera ke arah penonton langsung nyari-nyari).

Berikut beberapa liputannya.